Apa momen yang paling istimewa sebelum idul fitri? Salah satunya tentu malam takbiran. Malam yang menggetarkan hati, rasa senang dan sedih bergelut dalam hati. Senang karena esoknya hari kemenangan, tapi juga sedih karena Ramadhan baru saja lewat.
Gema takbir makin menggetarkan suasana, berkumpul dengan sanak saudara juga tak kalah istimewa. Inbox mulai penuh, sms mulai pending, tapi makanan makin banyak. Itulah momen istimewa bagi kita umat muslim, cuma setahun sekali.
Mau malam takbirannya makin istimewa? Mau semakin meresapi makna ALLOHU AKBAR yang dikumandangkan di mesjid-mesjid? Salah satu caranya adalah…. Disela-sela mendengarkan kumandang takbir, cobalah sejenak alihkan perhatian kita langit, langit yang berisi makhluk ciptaan Allah lainnya, para benda langit, bintang-bintang dan planet. Ciptaan Allah yang akan membuat kita semakin mengerti makna kebesaran-Nya.
Jika melihat kalender, idul fitri jatuh pada tanggal 10 september 2010. Dengan demikian 1 syawal dimulai setelah adzan maghrib berkumandang pada tanggal 9 september. Mari kita lihat, apa saja yang terjadi di langit malam, benda langit apa yang menemati Takbir kita di malam yang istimewa. Dan sambil berdoa, moga langit malam takbiran cerah.
18.00 WIB → Rasi bintang Scorpio transit dan berada ditengah-tengah langit petang. Ditandai dengan sebuah bintang maha raksasa berspektrum merah, Antares. Scorpio menguasai puncak ekliptika ditemani sagitarius, capricornus dan ophiuchus di sebelah timurnya serta libra dan virgo di sebelah baratnya. Di langit timur planet Neptunus baru terbit sekitar satu jam sebelumnya, namun sayangnya kita tak bisa melihat planet ini dengan mata telanjang karena magnitudo visualnya hanya +7,8. Sementara di langit barat terdapat fenomena menarik dimana planet Venus dan Mars bersama dengan Spica sang alpha Virginis berada sangat berdekatan dan seperti membentuk segitiga. Venus akan menjadi primadona sebagai objek tercerah dengan magnitudo visual -4,5. Spica akan lebih cerah dari Mars karena magnitudo visualnya +1,04, sementara Mars sedang dalam posisi yang buruk dengan magnitudo visual hanya +1,5. Pada periode yang sama planet Saturnus hampir tenggelam, sementara Merkurius sudah tenggelam sejak pukul 17.38 WIB.
19.00 WIB → Pada waktu tersebut kita masih bisa menyaksikan Sagittarius, Capricornus, Ophiuchus, Scorpio dan Libra di sekitar ekliptika. Namun kali ini puncak ekliptika dikuasai oleh Sagittarius. Bersamaan dengan transitnya saggitarius, Pluto juga transit, namun sayang, ”mantan planet” yang satu ini hanya bermagnitudo visual +14,0 sehingga tak mungkin dilihat mata telanjang. Langit selatan dihiasi oleh Alpha & Beta Centauri serta rasi Crux. Sementara langit utara bercokol bintang Vega (tepat di utara) dan Altair (agak di timur laut). Di daerah tenggara kita akan melihat bintang Formalhaut dari rasi Piscis Austrinus, sementara Arcturus dapat kita nikmati di barat laut (hampir tenggelam). Fenomena Venus-Spica-Mars masih bisa kita nikmati di langit barat. Di langit timur, planet Jupiter dan Uranus baru saja terbit, namun posisinya belum cukup tinggi sehingga belum bisa kita nikmati.
20.00 WIB → Pemandangan di ekliptika masih tetap dikuasai oleh Sagittarius, Capricornus, Ophiuchus, dan Scorpio, sementara Libra hampit tenggelam. Alpha & Beta Centauri sudah hampir tenggelam. Langit utara tetap berhiaskan Vega-Altair. Bintang Arcturus tenggelam. Trio Venus-Spica-Mars sudah hampir tenggelam di barat. Pemandangan indah bisa kita lihat di langit timur, saat Jupiter dengan magnitudo visual -2,9 tampak gagah. Uranus yang berdekatan dengan Jupiter sangat redup, karena hanya bermagnitudo +5,7, artinya hanya jika langit sangat cerah kita bisa melihat planet ini dengan mata telanjang.
21.00 WIB → Semua benda-benda langit terus bergerak dari timur ke barat. Trio Venus-Spica-Mars tenggelam. Alpha & Beta Centauri pun tenggelam. Altair transit di utara. Jupiter terus bergerak semakin tinggi menuju puncak ekliptika.
22.00 WIB → Capricornus menguasai puncak ekliptika bersama Neptunus. Vega hampir tenggelam. Scorpio hampir tenggelam. Achernar sang Alpha Eridanus mulai tampak di tenggara.
23.00 WIB → Aquarius transit dan menguasai puncak ekliptika. Rasi Pegasus menghiasi langit utara.
24.00 WIB → Aquarius, Pegasus, dan bintang Formalhaut dari Piscis Austrinus transit. Semua benda langit terus bergerak.
01.00 WIB → Jupiter dan Uranus transit di puncak ekliptika, tepat diatas kepala. Rasi Pisces menemani Jupiter dan Uranus di puncak ekliptika. Pegasus tetap eksis di utara.
02.00 WIB → Pisces tetap menguasai puncak ekliptika. Rasi Andromeda menggeser posisi Pegasus di utara. Cetus mulai eksis di selatan. Pada waktu yang hampir bersamaan, Capella sang Alpha Auriga, Taurus, Orion dan Carina (bintang Canopus) terbit. Capella di timur laut, Orion dan Taurus di timur, Canopus di tenggara.
03.00 WIB → Aries giliran menguasai puncak ekliptika. Gemini dan Sirius (Canis Major) terbit di timur.
04.00 WIB → Aries tetap di puncak ekliptika. Procyon sang Alpha Canis Minoris terbit di timur. Inilah pemandangan paling dahsyat, saat kita bisa melihat Betelgeuse-Rigel (Orion), Capella (Auriga), Aldebaran (Taurus), Pollux (Gemini), Sirius (Canis Mayor), Procyon (Canis Minor), dan Canopus (Carina) di langit timur. Maka jangan lewatkan fenomena ini, cobalah keluar rumah pada waktu tersebut. Bagaimana membedakan bintang-bintang tersebut? Yang pertama tentu adalah dengan mengenali bentuk rasi bintang masing-masing. Yang kedua adalah dari deklinasi bintang-bintang tersebut. Betelgeuse berdeklinasi +7 derajat, artinya 7 derajat dari ekuator langit ke utara, Rigel berdeklinasi -8 derajat (8 derajat dari ekuator langit ke selatan), Capella +46 derajat, Aldebaran +16 derajat, Pollux +27 derajat, Sirius -16 derajat, Procyon +5 derajat, dan Canopus -52 derajat. Sebagai catatan nilai deklinasi positif menunjukkan bintang terletak dari ekuator ke utara, sebaliknya deklinasi negatif dari ekuator ke selatan. Dengan demikian jika kita urutkan bintang-bintang tersebut dari utara ke selatan, maka urutannya adalah Capella, Pollux, Aldebaran, Betelgeuse, Procyon, Rigel, Sirius dan Canopus. Cara terakhir adalah dengan membandingkan kecerahan masing-masing bintang, secara kasad mata urutan dari yang paling terang sampai yang paling redup diantara bintang-bintang tersebut adalah Sirius, Canopus, Capella, Rigel, Procyon, Betelgeuse, Aldebaran dan Pollux.
05.00 WIB → Taurus transit dan menguasai puncak ekliptika didampingi Orion dan Auriga.
06.00 WIB → Orion, Taurus dan Auriga tetap transit.
Saatnya siap-siap shalat sunat Idul Fitri…… Jika kita Shalat Idul Fitri sekitar pukul 7.00 WIB, maka pada waktu tersebut, Orion, Gemini dan Canis Major tepat sedang berada diatas kepala kita, didamping Auriga yang transit di utara serta Carina transit di selatan.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H… Taqabalallohu Minna Wa Minkum…. Minal Aidin Walfaidzin…. Mohon Maaf Lahir dan Batin…..
Sekian dan semoga bermanfaat…
By: Redbetelgeuse_Orionis
