Category: Astronomy


Apa momen yang paling istimewa sebelum idul fitri? Salah satunya tentu malam takbiran. Malam yang menggetarkan hati, rasa senang dan sedih bergelut dalam hati. Senang karena esoknya hari kemenangan, tapi juga sedih karena Ramadhan baru saja lewat.

Gema takbir makin menggetarkan suasana, berkumpul dengan sanak saudara juga tak kalah istimewa. Inbox mulai penuh, sms mulai pending, tapi makanan makin banyak. Itulah momen istimewa bagi kita umat muslim, cuma setahun sekali.

Mau malam takbirannya makin istimewa? Mau semakin meresapi makna ALLOHU AKBAR yang dikumandangkan di mesjid-mesjid? Salah satu caranya adalah…. Disela-sela mendengarkan kumandang takbir, cobalah sejenak alihkan perhatian kita langit, langit yang berisi makhluk ciptaan Allah lainnya, para benda langit, bintang-bintang dan planet. Ciptaan Allah yang akan membuat kita semakin mengerti makna kebesaran-Nya.

Jika melihat kalender, idul fitri jatuh pada tanggal 10 september 2010. Dengan demikian 1 syawal dimulai setelah adzan maghrib berkumandang pada tanggal 9 september. Mari kita lihat, apa saja yang terjadi di langit malam, benda langit apa yang menemati Takbir kita di malam yang istimewa. Dan sambil berdoa, moga langit malam takbiran cerah.

18.00 WIB → Rasi bintang Scorpio transit dan berada ditengah-tengah langit petang. Ditandai dengan sebuah bintang maha raksasa berspektrum merah, Antares. Scorpio menguasai puncak ekliptika ditemani sagitarius, capricornus dan ophiuchus di sebelah timurnya serta libra dan virgo di sebelah baratnya. Di langit timur planet Neptunus baru terbit sekitar satu jam sebelumnya, namun sayangnya kita tak bisa melihat planet ini dengan mata telanjang karena magnitudo visualnya hanya +7,8. Sementara di langit barat terdapat fenomena menarik dimana planet Venus dan Mars bersama dengan Spica sang alpha Virginis berada sangat berdekatan dan seperti membentuk segitiga. Venus akan menjadi primadona sebagai objek tercerah dengan magnitudo visual -4,5.  Spica akan lebih cerah dari Mars karena magnitudo visualnya +1,04, sementara Mars sedang dalam posisi yang buruk dengan magnitudo visual hanya +1,5. Pada periode yang sama planet Saturnus hampir tenggelam, sementara Merkurius sudah tenggelam sejak pukul 17.38 WIB.

19.00 WIB → Pada waktu tersebut kita masih bisa menyaksikan Sagittarius, Capricornus, Ophiuchus, Scorpio dan Libra di sekitar ekliptika. Namun kali ini puncak ekliptika dikuasai oleh Sagittarius. Bersamaan dengan transitnya saggitarius, Pluto juga transit, namun sayang, ”mantan planet” yang satu ini hanya bermagnitudo visual +14,0 sehingga tak mungkin dilihat mata telanjang. Langit selatan dihiasi oleh Alpha & Beta Centauri serta rasi Crux. Sementara langit utara bercokol bintang Vega (tepat di utara) dan Altair (agak di timur laut). Di daerah tenggara kita akan melihat bintang Formalhaut dari rasi Piscis Austrinus, sementara Arcturus dapat kita nikmati di barat laut (hampir tenggelam). Fenomena Venus-Spica-Mars masih bisa kita nikmati di langit barat. Di langit timur, planet Jupiter dan Uranus baru saja terbit, namun posisinya belum cukup tinggi sehingga belum bisa kita nikmati.

20.00 WIB → Pemandangan di ekliptika masih tetap dikuasai oleh Sagittarius, Capricornus, Ophiuchus, dan Scorpio, sementara Libra hampit tenggelam. Alpha & Beta Centauri sudah hampir tenggelam. Langit utara tetap berhiaskan Vega-Altair. Bintang Arcturus tenggelam. Trio Venus-Spica-Mars sudah hampir tenggelam di barat. Pemandangan indah bisa kita lihat di langit timur, saat Jupiter dengan magnitudo visual -2,9 tampak gagah. Uranus yang berdekatan dengan Jupiter sangat redup, karena hanya bermagnitudo +5,7, artinya hanya jika langit sangat cerah kita bisa melihat planet ini dengan mata telanjang.

21.00 WIB → Semua benda-benda langit terus bergerak dari timur ke barat. Trio Venus-Spica-Mars tenggelam. Alpha & Beta Centauri pun tenggelam. Altair transit di utara. Jupiter terus bergerak semakin tinggi menuju puncak ekliptika.

22.00 WIB → Capricornus menguasai puncak ekliptika bersama Neptunus. Vega hampir tenggelam. Scorpio hampir tenggelam.  Achernar sang Alpha Eridanus mulai tampak di tenggara.

23.00 WIB → Aquarius transit dan menguasai puncak ekliptika. Rasi Pegasus menghiasi langit utara.

24.00 WIB → Aquarius, Pegasus, dan bintang Formalhaut dari Piscis Austrinus transit. Semua benda langit terus bergerak.

01.00 WIB → Jupiter dan Uranus transit di puncak ekliptika, tepat diatas kepala. Rasi Pisces menemani Jupiter dan Uranus di puncak ekliptika. Pegasus tetap eksis di utara.

02.00 WIB → Pisces tetap menguasai puncak ekliptika. Rasi Andromeda menggeser posisi Pegasus di utara. Cetus mulai eksis di selatan. Pada waktu yang hampir bersamaan, Capella sang Alpha Auriga, Taurus, Orion dan Carina (bintang Canopus) terbit. Capella di timur laut, Orion dan Taurus di timur, Canopus di tenggara.

03.00 WIB → Aries giliran menguasai puncak ekliptika. Gemini dan Sirius (Canis Major) terbit di timur.

04.00 WIB → Aries tetap di puncak ekliptika. Procyon sang Alpha Canis Minoris terbit di timur. Inilah pemandangan paling dahsyat, saat kita bisa melihat Betelgeuse-Rigel (Orion), Capella (Auriga), Aldebaran (Taurus), Pollux (Gemini), Sirius (Canis Mayor), Procyon (Canis Minor), dan Canopus (Carina) di langit timur. Maka jangan lewatkan fenomena ini, cobalah keluar rumah pada waktu tersebut. Bagaimana membedakan bintang-bintang tersebut? Yang pertama tentu adalah dengan mengenali bentuk rasi bintang masing-masing. Yang kedua adalah dari deklinasi bintang-bintang tersebut. Betelgeuse berdeklinasi +7 derajat, artinya 7 derajat dari ekuator langit ke utara, Rigel berdeklinasi -8 derajat (8 derajat dari ekuator langit ke selatan), Capella +46 derajat, Aldebaran +16 derajat, Pollux +27 derajat, Sirius -16 derajat, Procyon +5 derajat, dan Canopus -52 derajat. Sebagai catatan nilai deklinasi positif menunjukkan bintang terletak dari ekuator ke utara, sebaliknya deklinasi negatif dari ekuator ke selatan. Dengan demikian jika kita urutkan bintang-bintang tersebut dari utara ke selatan, maka urutannya adalah Capella, Pollux, Aldebaran, Betelgeuse, Procyon, Rigel, Sirius dan Canopus. Cara terakhir adalah dengan membandingkan kecerahan masing-masing bintang, secara kasad mata urutan dari yang paling terang sampai yang paling redup diantara bintang-bintang tersebut adalah Sirius, Canopus, Capella, Rigel, Procyon, Betelgeuse, Aldebaran dan Pollux.

05.00 WIB → Taurus transit dan menguasai puncak ekliptika didampingi Orion dan Auriga.

06.00 WIB → Orion, Taurus dan Auriga tetap transit.

Saatnya siap-siap shalat sunat Idul Fitri…… Jika kita Shalat Idul Fitri sekitar pukul 7.00 WIB, maka pada waktu tersebut, Orion, Gemini dan Canis Major tepat sedang berada diatas kepala kita, didamping Auriga yang transit di utara serta Carina transit di selatan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H… Taqabalallohu Minna Wa Minkum…. Minal Aidin Walfaidzin….  Mohon Maaf Lahir dan Batin…..

Sekian dan semoga bermanfaat…

By: Redbetelgeuse_Orionis

Suatu hari saya mendapatkan sms dari seorang sahabat yang isinya “Lihat Silet”, yang dimaksud sahabat saya itu adalah acara infotainment disebuah stasiun tv swasta. Sayangnya saya telat membaca sms itu, sudah satu jam lewat baru saya baca. Saat saya tanyakan ada apa di silet? dia jawab “ada tentang Matahari kembar gitu, ngebahas astronomi lah”. Awalnya saya tidak begitu penasaran, ah palingan juga isu.

Tapi sore harinya, ada seorang teman yang bertanya di status saya, soal bayi Matahari. Wah,apa mungkin sama dengan yang di silet tadi? Malu juga saya rasanya, katanya suka astro tapi ketinggalan info.hehe,, Saat itu juga saya cari informasi, dan benar ternyata, banyak sekali blog-blog maupun media profesional yang membahas berita heboh itu. Jadi tergelitik untuk ikut membahasnya dan membayangkan apasaja yang mungkin terjadi jika memang berita tersebut benar.

Menurut berita yang berkembang, telah ditemukan embrio bintang di sekitar Tata Surya yang memiliki massa jauh lebih besar dari Matahari. Disinyalir saat ini embrio tersebut telah memiliki massa 8-10 kali massa Matahari dan berpeluang menjadi bintang terbesar dan tercerah di galaksi Bima Sakti. Gambar embrio bintang tersebut terekam oleh teleskop Herschel milik Badan Luar Angkasa Eropa (ESA).

Dari informasi tersebut timbul beberapa pertanyaan:

1. Mungkinkah embrio bintang tersebut akan benar-benar menjadi bintang?

2. Jika ia menjadi bintang apakah mungkin menjadi bintang terbesar dan tercerah di Bima Sakti?

3. Dimana sebenarnya letak embrio bintang tersebut? Berapa satuan astronomi dari Bumi kita?

4. Apa yang akan terjadi dengan Bumi dan Tata Surya jika memang embrio tersebut menjadi bintang?

Mari kita jawab satu per satu…

1. Dari informasi diatas disebutkan bahwa embrio tersebut saat ini sudah memiliki massa 8-10 kali massa Matahari. Dengan massa demikian mungkinkah dia menjadi bintang? Jawabannya teramat sangat mungkin sekali. Karena syarat minimal sebuah embrio/proto bintang bisa menjadi bintang adalah jika ia memiliki massa minimal 0,08 massa Matahari. Dengan massa 8-10 kali massa Matahari, maka embrio tersebut sudah sangat layak menjadi bintang.

2. Jika menjadi bintang, mungkinkah ia menjadi yang terbesar di Bima Sakti? Seperti kita ketahui embrio tersebut kabarnya memiliki massa 8-10 kali massa Matahari saat ini, massa embrio tersebut masih mungkin bertambah, tapi rasanya peningkatan massanya tak akan terlalu signifikan dari massanya yang sekarang. Jikalau kita asumsikan embrio tersebut terus berkembang hingga massanya bertambah dua kali lipat dari sekarang (max 20kali massa Matahari), maka mungkinkah bintang tersebut menjadi yang terbesar di Bima Sakti? Jawabannya TIDAK. Kenapa? Karena bintang bermassa terbesar saat ini dipegang oleh R136a1 dengan massa 265-320 massa matahari. Dengan massa 8-10 kali massa Matahari, masih sangat jauh untuk embrio tersebut menyandang gelar bintang termassif. Sebagai catatan, massa maksimal yang bisa dicapai oleh sebuah bintang adalah massa pada saat ia lahir, setelah itu bintang akan terus kehilangan massanya akibat reaksi fusi yang dialaminya. Bahkan ada beberapa hal yang cukup memberatkan bagi embrio tersebut untuk menjadi bintang massif.Selama ini bintang-bintang massif terletak dekat dengan pusat galaksi, pada daerah tersebut sangat mendukung terbentuknya bintang massif bahkan bintang super massif. Sementara itu Matahari bersama Tata Surya kita terletak jauh dari pusat galaksi yaitu sekitar 26.000 tahun cahaya. Pernyataan diatas terbukti jika kita melihat bintang-bintang yang terdekat dengan Tata Surya kita, dimana sebagian besar adalah bintang katai cokelat, tak ada bintang massif (lebih dari10 kali massa Matahari) sampai jarak 600 tahun cahaya dari Bumi. Bintang massif terdekat adalah Antares dengan massa 15,5 kali massa Matahari dengan jarak 600 tahun cahaya, kemudian Betelgeuse dengan massa 20 kali massa Matahari berjarak 640 tahun cahaya dan Rigel dengan massa 17 kali massa Matahari berjarak 773 tahun cahaya. Ada pula Deneb dengan massa 20 kali Matahari dengan jarak 1400 tahun cahaya. Jadi mungkinkah ada bintang massif dengan jarak yang sangat dekat dengan Bumi?

3. Petanyaan berikutnya yang sangatpenting adalah mengenai posisi embrio itu? Terletak dimana dan berapa jaraknya dari Bumi? Sejauh ini beberapa menyebutkan bahwa embrio tersebut terletak di Tata Surya kita? Berarti di dalam Tata Surya? Serius? Luas Tata Surya kita adalah sekitar 30 satuan astronomi (Orbit Neptunus), mungkinkah ada embrio bermassa 8-10 kali massa Matahari dengan jarak sedekat itu? Jika memang betul maka tak perlu menunggu embrio itu menjadi bintang, saat ini pun harusnya embrio tersebut sudah mengganggu sistem gravitasi planet-planet di Tata Surya jika ia memang ada di dalam Tata Surya. Yang perlu diingat adalah embrio tersebut sudah memiliki massa yang begitu tinggi, dengan demikian efek tarikan gravitasinya sama saja dengan sebuah bintang yang bermassa sama dengan itu. Dengan kata lain, jika embrio tersebut dinyatakan berada didalam Tata Surya maka seharusnya efek keberadaannya sudah kita rasakan sekarang bahkan jauh-jauh hari sebelumnya. Bayangkan saja, satu Matahari saja bisa membuat 8 buah planet mengintarinya, bagaimana jika ada benda lain bermassa 10 kali Matahari di dalam Tata Surya? Maka yang seharusnya terjadi pusat Tata Surya kita saat ini sudah bukan Matahari lagi melainkan embrio itu, sekali lagi tanpa harus menunggu embrioitu menjadi bintang. Tapi apa yang kita rasakan sekarang? Tak ada yang aneh bukan?! Lalu jika dinyatakan berada di sekitar Tata Surya? Dimana dan seberapa jauh?

4. Lantas dimana letak embrio itu yang sebenarnya? Apa yang akan terjadi dengan Bumi dan Tata Surya jika memang embrio tersebut menjadi bintang?Seharusnya memang yang memberi informasi harus secara detail menyampaikan letak embrio tersebut. Tapi mungkin kita bisa memperkirakannya? Caranya? Tentu dengan belajar dari bintang ganda lainnya. Ya, jika ada dua buah bintang atau lebih yang berdekatan dan saling mengorbit pusat massanya maka fenomena tersebut disebut bintang ganda. Dalam bintang ganda terdapat bintang primer dan bintang sekunder, bintang primer adalah bintang yang memiliki massa yang lebih besar dari bintang sekunder. Dalam kasus Matahari dan embrio bintang itu maka Matahari akan menjadi bintang sekunder dan akan mengintari pusat massa dari embrio bintang tersebut.

Sistem bintang ganda terdekat dariTata Surya kita adalah Alpha Centauri. Alpha Centauri terdiri dari 3 buah bintang yang saling mengorbit yaitu Alpha Centauri A, B dan Proxima Centauri. Proxima Centauri terletak 0,12 tahun cahaya dari Alpha Centauri A dan B, Alpha Centauri A dan B sendiri berjarak sangat dekat satu sama lain yaitu dibawah 0,0001 tahun cahaya atau dibawah 946 juta km, sebagai perbandingan jarak Matahari Jupiter adalah sekitar 780 juta km dan jarak Matahari-Saturnus adalah 1,43 miliar km. Dengan demikian jika diibaratkan Tata Surya, Alpha Centauri A berada pada posisi Matahari sedangkan Alpha Centauri B terletak diantara Jupiter dan Saturnus. Jarak tersebut terbilang sangat dekat bagi sebuah bintang ganda. Mungkinkah sistem bintang ganda di Tata Surya kita seperti sistem di Alpha Centauri? Mungkinkah Matahari dan embrio bintang tersebut terletak sepertihalnya jarak antara Alpha Centauri A dan B? Alpha Centauri A adalah bintang sekelas Matahari sedangkan Alpha centauri B adalah bintang yang berada dibawah kelas Matahari, bahkan Proxima Centauri adalah bintang katai merah yang jauh berada di bawah kelas Matahari. Dengan demikian kasus di Alpha Centauri jelas berbeda karena sistem bintang Alpha Centauri tidak melibatkan bintang massif seperti calon teman Matahari yang banyak dibicarakan saat ini. Lalu adakan sistem bintang yang yang melibatkan bintang massif?

Rigel, itulah sistem bintang yang melibatkan bintang massif. Rigel adalah sistem bintang yang terdiri dari tiga buah bintang. Rigel A dan Rigel B adalah yang memiliki jarak terdekat yaitu 2200 Satuan Astronomi (0,0348 tahun cahaya) atau sekitar 330 miliar km. Rigel A 500 kali lebih terang dari Rigel B, namun pada jarak tersebut, pengaruh gravitasi Rigel A tidak terlalu tinggi terhadap Rigel B. Nah, dengan demikian jika diasumsikan bintang yang akan terbentuk dari embrio bintang itu sebesar Rigel (17 kali massa matahari), maka jarak 2200 satuan astronomi dari Matahari adalah jarak yang cukup aman bagi sistem gravitasi Tata Surya kita. Lalu akan seperti apa kehidupan di bumi kelak?

Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan skala Pogson, jika sebuah bintang sebesar Rigel yang memiliki magnitudo mutlak -6,7 diletakkan pada jarak 2200 satuan astronomi (0,0348 tahuncahaya) dari Matahari, maka bintang tersebut akan memiliki magnitudo semu -21,55. Sebagai perbandingan, Matahari memiliki magnitudo semu -26,74 karena letaknya hanya satu satuan astronomi. Sementara Bulan purnama memiliki magnitudo semu -12,92. Dengan demikian jika hal tersebut terjadi maka kelak kita akan melihat Matahari didampingi oleh sebuah bintang lain yang terangnya hampir menandingi Matahari. Itu jika jarak bintang tersebut 2200 satuan astronomi. Lalu bagaimana jika bintang itu ternyata terletak di tepi luar TataSurya (sabuk kuiper), misalkan pada jarak 50 satuan astronomi, maka bintang tersebut akan memiliki magnitudo semu -29,77 yang artinya melebihi terangnya Matahari di siang hari. Bahkan pada jarak tersebut sistem keseimbangan gravitasi di Tata Surya jelas akan terganggu. Bagaimana jika lebih dekat lagidari itu? Jika bintang itu terletak 1 satuan astronomi dari Matahari (jarak Matahari-Bumi) maka magnitudo semunya menjadi -38,27. Wow… itu semua jika bintang yang akan lahir dari embrio bintang itu sebesar Rigel.

Dari pembahasan diatas, satu hal yang perlu digaris bawahi, menurut pandangan saya embrio tersebut tidak mungkin terletak didalam Tata Surya ataupun di sabuk kuiper. Karena jika ia berada disana, efek keberadaannya seharusnya sudah dapat kita rasakan saat ini bahkan sejak jauh-jauh hari, karena ingat embrio itu disebutkan saat ini sudah bermassa 8-10 kali massa Matahari. Kemungkinan besar embrio tersebut terletak ribuan satuan astronomi dari Bumi kita. Jika benar berada pada jarak ribuan satuan astronomi pun maka kelak Bumi akan sangat merasakan dampak keberadaannya, akan ada bintang yang terangnya menyaingi Matahari kita. Namun demikian kita tunggu saja update berita terbaru mengenai embrio bintang ini.

Sekian dan mohon maaf jika ada kekeliruan…. Semoga Bermanfaat….

By: Redbetelgeuse_Orionis

Tafakuri Bintang-bintang

Bumi, nyaman sekali tinggal di planet biru ini… Bumi kita ini terasa besar sekali, jari-jarinya saja mencapai 6.378 km. Wow… Cape kali ya kalau hiking dengan jarak sejauh itu.

Bulan juli yang lalu saya sering melihat sebuah planet bernama Jupiter berada di sekitar zenith (atas kepala) pada waktu subuh.Terang sekali Jupiter itu, tapi terlihat begitu kecil. Tapi ternyata Jupiter yang hanya berbentuk titik di langit itu memiliki diameter 11,209 kali diameter Bumi, atau sekitar 71.491 km. Artinya jupiter 11 kali lebih besar dari Bumi kita ini. Jupiter terlihat seperti titik karena jarak terdekatnya dari kita saat dia oposisi saja adalah 4,2 AU (astronomic unit) atau sekitar 630 juta kilometer. Jauh sekali ya… Merinding rasanya…

Setiap pagi kita saksikan sebuah benda langit lainnya dengan gagah terbit di ufuk timur, membuat pagi kita menjadi hangat.Jika kita lihat benda itu hanyalah sebesar piringan kecil, namun piringan kecilitu mampu menjadi sumber kehidupan bagi manusia bumi. Itulah Matahari kita. Coba kita tafakuri, jika dengan Jupiter yang hanya berbentuk titik di langit saja Bumi kita hanya 1/11 kalinya, bagaimana dengan benda yang berbentuk piringan seperti Matahari ini? Seberapa besar benda yang satu ini?

Kawan, ternyata Matahari kita memiliki jari-jari sepanjang 695.500 km atau sekitar 109 kali lebih besar dari jari-jari bumi.Matahari terlihat seperti piringan kecil karena jaraknya dari Bumi sekitar 150 juta km. Seram sekali membayangkan benda sebesar itu, apalagi jika kita ingat bahwa temperatur permukaannya mencapai 6000 Kelvin, dan temperatur intinya mencapai 15 juta Kelvin. Subhanalloh…

Sudah cukupkah kita dibuat merinding? Belum…..

Banyak diantara kita yang sering memperhatikanbintang-bintang di langit malam, indah sekali bintang-bintang itu. Sebuah titikyang jika kita perhatikan lebih kecil dari “titik Jupiter”, kerlap-kerlipmanja. Ah, kecil ya bintang itu. Ga seberapa dibanding Matahari kita. Eitz,tapi tunggu dulu, coba kita tafakuri lebih lanjut. Mari…

Kita abil contoh sebuah bintang bernama Rigel, bintang ini cantik sekali tampil sebagai “kaki kiri” rasi bintang palingterkenal, Orion. Magnitudo semunya sekitar +0,12 yang membuatnya menjadi bintang tercerah keenam di lagit malam. Lalu seberapa besar Rigel ini? Jangan terkejut kawan, jari-jari Rigel ternyata 78 kali jari-jari Matahari, atau sekitar 54.249.000 km. Artinya hampir sebesar jarak Matahari-Merkurius (58.065.000 km). Yang lebih mencengangkan dari bintang yang terlihat cantik ini adalah suhu permukaannya mencapai 11.000 kelvin atau nyaris dua kali suhu permukaan Matahari, artinya suhu inti dari bintang ini juga jauh lebih tinggi dari suhu inti Matahari. Rigel bahkan memancarkan energi 66.000 kali energi yang dipancarkan Matahari. Rigel terlihat sangat kecil di langit karena ia berjarak 773 tahun cahaya dari Bumi, artinya cahaya butuh waktu 773 tahun untuk sampai dari Rigel ke Bumi. Tak terbayang jika Allah SWT menukar Matahari dengan Rigel.

Cukup sampai Rigelkah tafakur kita? Tentu belum, karena masih banyak yang jauh lebih besar dari Rigel. Apa?

Objek tafakur kita berikutnya adalah Red Supergiants, Antares. Bintang ini sering kita lihat sebagai jantung rasi bintang Scorpio, Antares sendiri adalah bintang tercerah ke-16 di langit malam. Loh, bintang ini lebih redup dari Rigel dong? Berarti lebih kecil?! Tentu tidak demikian kawan, mau tahu berapa jari-jari bintang ini? Rigel itu belum seberapa, karena Antares memiliki jari-jari 800 kali jari-jari Matahari atau sekitar 556.400.000 km. Jari-jari Antares bahkan lebih dari dua kali jarak Matahari-Mars (228.555.000 km), atau bisa mencapai jarak Matahari-Asteroid. Artinya jika Matahari ditukar dengan Antares, maka Merkurius, Venus, Bumi, Mars dan Asteroid akan habis termakan raksasa ini. Naudzubillah…

Adakah yang lebih besar dari Antares? Tentu.

Betelgeuse adalah Red Supergiants yang lebih besar dari Antares. Bintang ini sangat gagah sebagai “bahu kanan” Sang Pemburu Perkasa, Orion. Betelgeuse adalah bintang tercerah kesembilan di langit malam dengan magnitudo semu +0,58. Ia terlihat kerlap-kerlip berwarna merah, terlihat tidak seberapa. Tapi tahukah berapa jari-jari maharaksasa ini? Betelgeuse meiliki jari-jari 1180 kali jari-jari Matahari atau sekitar 820.690.000 km. Sebagai perbandingan, jarak Matahari-Jupiter adalah 780.420.000 km, dengan demikian jika Betelgeuse diletakkan pada posisi matahari,maka Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Asteroid dan Jupiter akan termakan. Lebih mengerikan dari Antares ternyata.

Sebagai catatan, selama ini banyak diperdebatkan mana yang lebih besar antara Betelgeuse dan Antares? Jika teman-teman searching di google misalnya, maka teman-teman akan temukan adanya perbedaan pendapat disana. Ada yang menyatakan Antares lebih besar dari Betelgeuse, ada pula yang sebaliknya. Jika kita teliti lebih lanjut, yang menyatakan Antares lebih besar karena mereka berfikir Betelgeuse berjarak 430 tahun cahaya dari bumi, sementara yang lain berpendapat Betelgeuse berjarak 640 tahun cahaya. Kenapa jarak berpengaruh terhadap radius? Dengan jarak yang lebih kecil dan magnitudo semu tetap, maka magnitudo mutlak akan lebih tinggi (lebih positif), magnitudo mutlak lebih tinggi artinya benda tersebut lebih redup (aturan magnitudo semakin minus semakin terang). Sementara itu magnitudo mutlak adalah salah satu faktor yang berpengaruh terhadap radius sebuah bintang. Setidaknya terdapat dua hal yang berpengaruh terhadap radius bintang, yaitu magnitudo mutlak dan B-V color index. Semakin rendah magnitudo mutlak maka semakin besar radius bintang itu, sebaliknya semakin tinggi B-V color index semakin besar pula radius bintang itu. B-V color indeks Betelgeuse dan Antares hampir sama, Betelgeuse 1,86 sedangkan Antares 1,87, nilai keduanya sangat tipis jika dilihat dari B-V color indeks. Maka dari itu faktor berikutnya yang menentukan adalah magnitudo mutlak, jika Betelgeuse berjarak 430 tahun cahaya maka bintang ini akan memiliki magnitudo mutlak yang lebih besar dari Antares (betelgeuse lebih redup), tapi jika ia berjarak 640 tahun cahaya maka magnitudo mutlaknya lebih kecil (lebih negatif) dari Antares, sehingga Betelgeuse lebih terang dari Antares. Lalu jarak manakah yang benar? Ternyata jarak 430 tahun cahaya adalah hasil penelitian pada tahun 1997, sedangkan menurut penelitian terbaru dengan menggunakan teknologi terbaru dengan resolusi yang lebih tinggi, jarak Betelgeuse adalah sekitar 640 tahun cahaya. Dengan demikian, disimpulkan bahwa Betelgeuse memilki radius yang lebih besar dari Antares. Hal lain yang bisa mendukung kesimpulan ini adalah, Betelgeuse memiliki luminositas 180.000 kali luminositas matahari (luminositas adalah total energi yang dipancarkan oleh bintang), sedangkan Antares hanya 65.000 kali luminositas Matahari. Luminositas adalah hasil perkalian Fluks (energi yang dipancarkan per cm2) dengan luas permukaan bintang. Dengan demikian luminositas berbanding lurus dengan luas permukaan. Itu artinya karena memiliki luminositas yang lebih tinggi maka luas permukaan Betelgeuse lebih besar dari Antares.

Subhanalloh… Luar biasa benar ciptaan Allah SWT ini. Tapi sebentar, apakah Betelgeuse adalah bintang terbesar? Ternyata tidak kawan…

VY Canis Majoris, a red hypergiant star.Itulah nama bintang terbesar digalaksi bima sakti yang diketahui sampai saat ini. Bintang ini terletak 4.900 tahun cahaya dan berada di konstelasi Canis Major, artinya jika kita ingin bertamasya ke bintang yang satu ini, maka kita perlu waktu 4.900 tahun untuk sampai disana dengan menggunakan roket foton berkecepatan cahaya. Subhanalloh… Adakah travel agent yang mau menawarkan paket jalan-jalan ke VY Canis Majoris?

Lalu berapa jari-jari hypergiant star yang satu ini? Siap-siap terkejut, karena jari-jarinya mencapai 1800-2100 kali jari-jari matahari atau maksimal sekitar1,47 miliar kilometer. Artinya bintang ini hampir dua kali lebih besar dari Betelgeuse. Subhanalloh… Jika bintang ini diletakan pada posisi Matahari maka Saturnus pun akan ikut termakan olehnya,dimana jarak Matahari-Saturnus adalah 1,43 miliar kilometer.

Semua itu adalah bintang-bintang yang berada digalaksi Bima Sakti. Seberapa luas galaksi kita ini? Dimana letak Tata Suryakita?

Tata Surya kita terletak sekitar 8 kiloparsec atau sekitar 26.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Artinya jika ada travel agent yang menawarkan paket jalan-jalan ke pusat Bima Sakti dengan menggunakan roket foton berkecepatan cahaya, maka kita memerlukan waktu 26.000 tahun untuk singgah di pusat galaksi tersebut, itupun kalau kita bisa selamat, karena tahukah bahwa di pusat galaksi kita terdapat supermassive black hole yang sangat mengerikan. Lalu bagaimana jika kita ingin melintasi sepanjang diameter Bima Sakti? Maka kita perlu waktu 100.000 tahun, karena diameter Bima Sakti adalah sekitar 100.000 tahun cahaya. Berminat?

Kawan, itu barulah galaksi Bima Sakti, sementara di jagad raya ini terdapat miliaran galaksi. Dengan galaksi tetangga terdekat yaitu galaksi Andomeda saja jaraknya 2,5 juta tahun cahaya. Masih sanggupkah kita membayangkan seberapa luas ciptaan Allah SWT ini? Bumi kita tak seberapa jika dibandingkan dengan Jupiter, Jupiter bukan tandingan Matahari, Matahari teramat kecil bagi Rigel, Rigel ternyata tak seberapa dibanding Antares, Antares masih lebih kecildari Betelgeuse, Betelgeuse hanya setengahnya VY Canis Majoris. Sementara bintang-bintang maha raksasa itu bermiliar-miliar jumlahnya di galaksi BimaSakti. Dan Bima Sakti hanyalah satu dari sekian miliar galaksi di jagad raya. Lantas siapa kita ini? Masih bisakah kita bayangkan seberapa kecil kita?

Kini saat kita menikmati langit malam, tak hanya keindahannya yang kita bayangkan, tapi Keagungan Sang Penciptanya yang tertanam dalam diri. Merinding hati ini, menyaksikan kerlap-kerlip bintang di langit malam…

Ya Rabb… Sungguh kami malu atas segala kesombongan kami selama ini…

Sekian… Mohon maaf jika ada kekeliruan…. Semoga Bermanfaat dan semoga Ramadhanya makin khusyu….

By: Redbetelgeuse_Orionis

Astrologi, cukup sering orang menghubungkannya dengan astronomi, bahkan tak jarang menyamaratakan. Banyak orang di bumi ini yang terbuai oleh ilmu astrologi, bahkan mungkin termasuk orang-orang dekat kita. Tapi tahukah, sebenarnya astronomi itu cukup bertentangan dengan astrologi. Sejak belajar astronomi, banyak kejanggalan yang saya temukan dari astrologi. Apa saja?

1. Ophiuchus. Ini sudah jadi rahasia umum, sejak jauh-jauh hari astronomi sudah memasukkan rasi bintang Ophiuchus sebagai bagian dari rasi bintang zodiak. Namun astrologi yang katanya menggunakan rasi bintang zodiak sebagai objek ramalannya justru tak bergeming dan tak memasukannya sebagai lambang astrologi sampai sekarang. Kabarnya Astrologi barat tak memasukan Ophiuchus meskipun hal ini masih banyak diperdebatkan. Sepertinya astrologi tak mau pusing kali ya, soalnya jika Ophiuchus masuk bagian mereka, maka penanggalannya akan berubah terutama untuk Scorpio.

2. Penanggalan. Astrologi mengeluarkan penanggalannya, kemudian banyak orang percaya, hingga menggembar-gemborkan ”Saya lahir tanggal anu, berarti zodiak saya anu”. Tapi sejak saya membuat tulisan soal Astro Event tanggal 24 juli kemarin, ada kejanggalan yang saya temukan, dari aplikasi peta bintang/peta langit yang saya miliki, tanggal 24 juli matahari berada di rasi Cancer. Loh, bukannya kalau menurut astrologi harusnya 24 juli itu Leo? Yang mana yang benar? Mari kita teliti dengan cermat.
Sebagaimana kita ketahui, kita dinyatakan berzodiak tertentu adalah karena pada saat kita lahir, Matahari sedang berada di suatu rasi bintang zodiak. Menurut astrologi, 24 juli itu harusnya Leo. Coba kita buktikan, caranya mudah saja. Berdasarkan data Tata Surya Event yang saya dapat, tanggal 24 juli Matahari tenggelam pukul 18.24 WIB, kemudian planet Merkurius dan Venus berada pada kedua ujung Leo. Merkurius di ujung barat, Venus di ujung timur. Cara membuktikannya, jika Matahari ada di rasi Leo, minimal dia harus tenggelam bersamaan dengan Merkurius, karena Merkurius ada di ujung barat rasi Leo. Ternyata Merkurius baru tenggelam pada pukul 20.02 WIB, artinya ujung barat rasi Leo juga baru tenggelam pada waktu tersebut. Bahkan ujung timur rasi Leo baru tenggelam pada sekitar pukul 21.22 WIB yang ditandai dengan tenggelamnya Venus. Bagaimana mungkin dikatakan Matahari sedang berada di rasi Leo jika jam 9 malam pada saat Matahari sudah tenggelam sekitar 3 jam sebelumnya, kita masih bisa melihat Venus dan yang notabene sedang berada di rasi Leo?
Berikutnya saya kemudian jadi curiga, jangan-jangan penanggalan astrologi itu tidak akurat? Jika tanggal 24 juli saja sudah keliru, bisa jadi tanggal lainnya juga keliru. Mungkin ini bisa mengoreksi apa zodiak kita yang sebenarnya?
Berikutnya saya mencoba mencari informasi mengenai penaggalan astrologi (kemudian dibandingkan dengan Astro Event pada Sky Map), cukup mudah didapat ternyata, karena banyak sekali website/blog di internet yang membahas ramalan bintang. Dan inilah penaggalan yang saya dapat (mungkin teman-teman lebih tahu soal ini):
Capricorn (21 Des-19 Jan)
Aquarius (20 Jan- 18 Feb)
Pisces (19 Feb-20 Mar)
Aries (21 Mar-20 Apr)
Taurus (21 Apr-20 Mei)
Gemini (21 Mei-20 Jun)
Cancer (21 Jun-20 Jul)
Leo (21 Jul-21 Agst)
Virgo (22 Agst-22 Sept)
Libra (23 Sept-22 Oct)
Scorpio (23 Oct-22 Nov)
Sagittarius (23 Nov-21 Des)

Dari informasi diatas saja saya sudah merasa aneh, ternyata periode untuk semua rasi bintang sama (sekitar 30 hari). Kenapa aneh? Perlu kita ketahui bahwa setiap rasi bintang itu memiliki luas yang berbeda-beda, artinya lamanya matahari berada pada rasi-rasi tersebut juga akan berbeda. Bagi rasi bintang yang kecil seperti Aries dan Cancer, periodenya akan lebih singkat, sedangkan bagi rasi bintang yang membentang luas di ekliptika seperti Virgo, Pisces dan Leo, Matahari akan lebih lama berada pada rasi tersebut. Akhirnya, saya coba melihat aplikasi peta bintang/langit yang saya miliki kemudian melihat kegiatan Matahari hari demi hari selama satu tahun. Dan hasilnya adalah:

Matahari berada di rasi:
Sagittarius → 18 Des – 19 Jan
Capricorn → 20 Jan – 15 Feb
Aquarius → 16 Feb – 11 Mar
Pisces → 12 Mar – 18 Apr
Aries → 19 Apr – 13 Mei
Taurus → 14 Mei – 21 Jun
Gemini → 22 Jun – 20 Jul
Cancer → 21 Jul – 10 Agst
Leo → 11 Agst – 16 Sept
Virgo → 17 Sept – 31 Oct
Libra → 1 Nov – 23 Nov
Scorpio → 24 Nov – 29 Nov
Ophiuchus → 30 Nov – 17 Des
Dari Sun Event diatas, ada fenomena menarik dimana matahari hanya berada selama 6 hari di rasi Scorpio (24 Nov-29 Nov). Hal tersebut karena Scorpio berdekatan dengan Ophiuchus dan seperti saling ”berebut tempat”. Scorpio seperti kalah bersaing dan hanya dapat ”jatah” 6 hari, karena lebih banyak bagian rasi Ophiuchus yang lebih dekat ke garis ekliptika.

Wow, ternyata rasi bintang zodiak saya bukan Aries tapi Pisces. Setidaknya jika kita konsisten dengan konsep ”sedang berada di rasi bintang apa matahari saat kita lahir?” Maka itulah Zodiak kita. Karena katanya, astrologi melihat pergerakan rasi bintang zodiak untuk meramalkan nasib manusia. Yang saya pertanyakan adalah, apa ga meleset tuh ramalannya? Kenapa? Misalnya yang dilihat adalah pergerakan rasi bintang Leo, ramalan itu berarti berlaku bagi mereka yang lahir disaat Matahari berada di Leo. Lantas kemudian berjuta-juta orang berzodiak Leo (21 Jul-21 Agst menurut astrologi) setia menanti ramalannya setiap bulan, padahal ternyata dia lahir bukan pada saat matahari berada di Leo. Meleset toh ramalan buat orang-orang itu? So?

Terlepas dari itu semua, kita sudah sama-sama tahu bahwa bagi seorang muslim, mempercayai ramalan-ramalan seperti itu hukumnya adalah syirik (menyekutukan Allah), dan itu adalah dosa besar. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang senantiasa istiqomah dijalan-Nya. Amin……

By: Redbetelgeuse_Orionis

Mari tafakuri langit, caranya? Bagaimana jika jadi astronom amatir saja? Tidak perlu teleskop atau binokuler, cukup gunakan dua mata anugerah Allah saja. Yu mari……
Tapi sebelumnya saya ingin meminta maaf terlebih dahulu, ada kesalahan pada tulisan saya yang terdahulu (Langit Malam Bulan Juni-Juli-Agustus). Waktu itu saya bilang kalau planet yang kita lihat di barat sejak jam 7 malam adalah Jupiter, namun ternyata saya keliru, planet itu adalah Venus. Maaf ya… Untuk lebih lengkapnya akan kita bahas di tulisan kali ini.

Apa yang harus kita lakukan sebagai seorang astronom amatir? Tak cukup dua mata saja. Setidaknya kita harus sedikit menguasai ilmu dasar astronomi bola, dan kalau bisa punya peta bintang. Sebagai permulaan, teman-teman tentu tahu kalau bintang-bintang dan planet (benda langit) itu sepertihalnya matahari, terbit di timur tenggelam di barat. Nah, jika kita buat lingkaran khayal dari timur ke barat, itu disebut ekuator. Khusus untuk matahari, lingkaran khayal peredaran hariannya disebut ekliptika. Sedangkan lingkaran khayal dari utara ke selatan disebut meridian. Semua benda langit akan mengalami terbit, transit, dan tenggelam. Suatu benda langit disebut transit adalah ketika dia mencapai perpotongan antara ekuator dan meridian (mencapai puncak) atau disebut pula kulminasi atas. Yang harus diketahui berikutnya adalah deklinasi (koordinat bola langit), yang diukur dengan derajat dari ekuator ke utara dan dari ekuator ke selatan, fungsinya adalah untuk mengetahui ”alamat benda langit”. Nilai deklinasi dari ekuator ke utara adalah positif, sebaliknya dari ekuator ke selatan bernilai negatif. Prinsip mudahnya, langit dibagi dua bagian, utara dan selatan, dari ekuator ke utara deklinasi positif, dari ekuator ke selatan deklinasi negatif. Setiap benda langit memiliki deklinasi masing-masing, maka kita bisa ketahui dimana letaknya. Nah, sepertinya itu sudah cukup jadi modal awal kita.

Bagaimana memulainya? Saya akan sampaikan informasi mengenai Astro Event pada tanggal 24 juli 2010 (besok). Teman-teman bisa gunakan untuk mengamati langit mulai hari ini sampai sekitar akhir juli (perubahannya tidak begitu signifikan). Informasi yang akan disampaikan adalah mengenai rasi bintang/benda langit apa saja yang sedang transit pada jam-jam tertentu? Ini juga bisa jadi tips untuk melihat bintang favorit kita. Sudah iap? Yu Mari…..

00.00 WIB → Tengah malam, Sagittarius transit, rasi bintang ini tepat berada di atas kita. Berikutnya di utara terdapat dua rasi bintang yang transit hampir berbarengan, Aquila dengan bintang Altair-nya, dan Cygnus dengan bintang Deneb-nya. Untuk melihat Aquila, kuncinya adalah temukan Altair, bagaimana caranya? Altair adalah bintang tercerah ke 12 di langit malam, deklinasinya adalah sekitar +8 derajat, artinya bintang ini berada dekat dengan ekuator langit, hanya 8 derajat ke arah utara dari ekuator langit. Pada jam 00.00 WIB, Altair tepat menyentuh meridian (mencapai puncaknya). Lalu Deneb? Bintang maha raksasa ini memiliki deklinasi +45 derajat, artinya terletak 45 derajat dari ekuator langit ke utara.

01.00 WIB → Capricornus dan Cygnus transit.

02.00 WIB → Aquarius transit, dan Capricornus dan Cygnus masih transit. Ada pula Neptunus yang transit, namun planet ini hanya memiliki magnitudo tampak (kecerlangan tampak) +7,8 sehingga sangat sulit terlihat mata telanjang. Langit utara akan dihiasi oleh rasi bintang Pegasus dengan deklinasi sekitar +16 derajat. Langit utara tampil Piscis Austrinus bintang Formalhaut-nya (tercerah ke 18). Melalui Formalhaut yang berdeklinasi -29 derajat, kita bisa temukan Piscis Austrinus.

03.00 WIB → Aquarius, Pegasus, Piscis Austrinus transit.

04.00 WIB → Pisces, Jupiter, Pegasus transit. Yang menarik pada pukul 4 subuh adalah transitnya jupiter, planet ini hampir berada di atas kepala kita pada waktu tersebut. Inilah kesalahan pada tulisan saya yang terdahulu, yang kita lihat sekitar jam 7-8 malam di barat bukanlah jupiter, karena bulan ini jupiter baru terbit pukul 22.27, dan tepat transit pada pukul 04.32. Sementara itu Pisces si ikan menguasai ekliptika pada waktu tersebut.

05.00 → Pisces, Andromeda, dan bintang Achernar dari rasi Eridanus transit. Deklinasi Andromeda sekitar +35 derajat. Sementara itu sebuah bintang dari rasi Eridanus tepat transit, Achernar dengan deklinasi -57 derajat. Eridanus sendiri adalah sebuah rasi bintang yang menyerupai sungai eridanus yang sangat panjang, dimana Achernar adalah ujung dari “sungai” Eridanus di langit.

Berikutnya karena Matahari sudah terbit maka objek-objek yang sedang tampil di langit tidak bisa kita amati, tapi mau tahu apa yang terjadi di langit saat pagi sampai sore?
06.00 → Aries, Pisces, Andromeda, dan Eridanus transit.

07.00 WIB → Aries, Eridanus dan Perseus transit. Dekliasi Perseus sekitar +40 derajat.

08.00 WIB → Taurus, Eridanus, Perseus transit.

09.00 WIB → Taurus, Auriga, Orion, Lepus transit. Taurus dengan bintang Aldebaran-nya menguasai ekliptika. Bersama dengan itu bintang Capella dari rasi Auriga transit, Capella berdeklinasi +46 derajat. Selain itu bintang Rigel dari rasi Orion juga transit, deklinasi rigel -8 derajat. Rasi bintang lepus transit, deklinasi -17 derajat.

10.00 WIB → Betelgeuse dari rasi Orion, Auriga dan Lepus transit. Yang menarik pada jam 10 pagi adalah transitnya sang maha raksasa merah Betelgeuse, Betelgeuse sendiri memiliki deklinasi +7 derajat.

11.00 WIB → Gemini, Canis Mayor, Carina transit. Gemini menguasai puncak ekliptika pada pukul 11 pagi. Bersamaan dengan itu, Canis Mayor sang anjing besar transit, cirinya adalah melalui bintang Sirius yang berdeklinasi -16 derajat. Kemudian dilengkapi pula oleh bintang Canopus dari rasi Carina yang juga transit, Canopus berdeklinasi -52 derajat.

12.00 WIB → Matahari, Cancer, Canis Minor, Carina transit. Matahari transit tepatnya pada pukul 12.30 WIB, saat itu matahari sedang berada di rasi Cancer. Berikutnya bintang Procyon dari rasi Anjing Kecil (Canis Minor) transit, deklinasi Procyon +5 derajat.

13.00 WIB → Cancer, Hydra transit.

14.00 WIB → Leo, Leo Minor, Hydra dan Merkurius transit. Leo (tepatnya bintang Regulus) menguasai puncak ekliptika ditemani Leo Minor di utaranya. Bertepatan dengan itu planet Merkurius transit (Merkurius di sebelah barat Regulus). Kita masih bisa melihat Merkurius setelah matahari tenggelam, merkurius sendiri baru tenggelam sekitar pukul 8 malam.

15.00 WIB → Leo, Hydra, Ursa Mayor dan Venus transit. Leo masih menguasai puncak ekliptika. Ursa Mayor dengan Polaris-nya transit. Fenomena menarik adalah saat Venus transit, Venus akan terus bergerak ke barat sampai tenggelam pada pukul 21.22 WIB, dengan demikian kita masih bisa melihatnya setelah matahari terbit sampai sekitar pukul 9 malam.Venus sendiri saat ini bermagnitudo -4,1 sehingga menjadi objek tercerah kedua setelah bulan purnama. (Jadi terjawab ya, objek terang di barat yang sering kita lihat itu adalah Venus).

16.00 WIB → Virgo, Ursa Mayor, Saturnus, dan Mars transit. Virgo menguasai puncak ekliptika. Fenomena menarik berikutnya adalah transitnya dua planet secara hampir bersamaan, yaitu Mars dan Saturnus. Mars dan Saturnus bisa kita lihat setelah matahari tenggelam, mereka berada di barat sampai tenggelam sekitar pukul 10 malam. Mars bermagnitudo +1,5 sedangkan Saturnus +1,1, kecerahan keduanya hampir sama dengan bintang Antares dari rasi Scorpio. Dengan demikian istilah ”planet tidak berkedip” tidak berlaku untuk Mars maupun Saturnus, karena kecerahannya hampir sama dengan bintang. Istilah ”planet tidak berkedip” sendiri hanya berlaku untuk Venus dan Jupiter yang kecerahannya melebihi bintang tercerah (Sirius).

17.00 WIB → Virgo, Centaurus, dan Crux transit.Virgo masih transit ditemani oleh Centaurus dan Crux di selatan yang transit hampir bersamaan.

18.00 WIB → Virgo, Bootes, dan Beta Centauri transit. Rasi Bootes dengan bintang Arcturus-nya transit, deklinasi Arcturus sekitar +19 derajat. Ditemani Beta Centauri yang juga transit, deklinasi -60 derajat.

19.00 WIB → Libra, Bootes, Lupus, dan Alpha Centauri transit. Libra menguasai puncak ekliptika. Bootes masih transit. Lupus si kancil transit, deklinasi -40 derajat. Alpha Centauri transit, deklinasi -60 derajat.

20.00 WIB → Scorpio dan Lupus transit. Kepala Scorpio (bintang delta Scorpio) menyentuh meridian, transit. Lupus masih transit.

21.00 WIB → Scorpio dan Ophiuchus transit. Scorpio dan Ophiuchus menguasai puncak ekliptika secara bersamaan. (Merkurius tenggelam)

22.00 WIB → Sagittarius dan Pluto transit (Venus, Mars, Saturnus tenggelam). Sagittarius beralih menguasai ekliptika ditemani pluto. Namun sayang, kita tak bisa melihat Pluto karena magnitudonya hanya +14,0, mata kita tak sanggup melihat objek seredup itu.

23.00 WIB → Sagittarius, Lyra dan Bulan Purnama transit. Sagittarius masih eksis di puncak ekliptika. Rasi Lyra di utara transit bersama dengan bintang Vega-nya, deklinasi Vega +38 derajat. Yang paling menarik adalah Bulan Purnama tepat berada diatas kita, pada waktu tersebut bulan sudah berumur 12 hari dan mencapai fase 95%, dua hari berikutnya akan genap 100%.

Itulah Astro Event yang sama-sama bisa kita nikmati, semoga semakin mempertebal iman kita kepada Sang Pencipta benda-benda langit diatas.

NB: Kita tidak hanya bisa melihat suatu objek langit saat ia transit, beberapa jam sebelum dan sesudah transit kita juga masih bisa mengamatinya.

By: Redbetelgeuse_Orionis (Jujur, lagi males ngurusin TA, jadi refreshing dulu ke Astronomi)

Lihat Zodiak di Langit Malam

Apa Zodiak kamu? Bukan bermaksud untuk membahas astrologi atau ramalan bintang. Bagaimanapun, zodiak adalah bagian dari astronomi, tapi jangan katakan kalau astrologi itu bagian dari astronomi. Dalam ilmu astronomi terdapat 88 rasi bintang modern, dari 88 rasi bintang tersebut 13 diantaranya termasuk kedalam rasi bintang zodiak, yaitu rasi bintang yang terletak di ekliptika (garis edar semu matahari), artinya ke 13 rasi bintang tersebut ”dilewati ” matahari dalam peredaran semunya (yang sebenarnya adalah rasi-rasi tersebut terletak sejajar dengan orbit bumi sehingga seolah-olah matahari bergerak melewati rasi-rasi tersebut).

Salahkah jika kita memiliki sebuah zodiak? Merasa memiliki sebuah zodiak mungkin tidak ada salahnya, tapi yang salah adalah ketika kita percaya pada ramalan bintangnya. Satu-satunya yang bisa kita percaya adalah, kita lahir disaat sebuah rasi bintang tengah dilewati oleh matahari.

Mungkin pernah terbesit dalam benak seseorang untuk melihat rasi bintang zodiaknya, misal seseorang yang berzodiak scorpio, ingin rasanya ia melihat si kalajengking bersama antares-nya. Dengan berbekal peta bintang dan sebuah gambar scorpio, tepat pada tanggal lahirnya (24 0ct – 21 Nov) dia nongkrongin langit berharap bisa ”menyapa” rasi bintangnya itu. Namun malang sekali nasibnya, bergadang semalam suntuk ternyata ia tak bisa temukan bentuk kalajengking di langit ketika itu. Pantaslah, tak akan pernah ia temukan scorpio di bulan november, karena seperti telah dijelaskan tadi, jika zodiak kita scorpio, maka saat dulu kita lahir, pada periode tersebut scorpio tengah dilewati oleh matahari, artinya si kalajengking sedang tampil di siang hari, tak mungkin kita bisa lihat dia di malam hari. Scorpio sendiri tampil terbaik pada pukul 9 malam bulan juli.

Bagi teman-teman yang mungkin penasaran ingin melihat rasi bintangnya, berikut jadwal manggung rasi bintang zodiak:
1. Taurus : Januari
2. Gemini : Februari
3. Cancer : Maret
4. Leo : April
5. Virgo : Mei
6. Libra : Juni
7. Scorpio : Juli
8. Ophiuchus : Juli
9. Sagittarius : Agustus
10. Capricornus : September
11. Aquarius : Oktober
12. Pisces : November
13. Aries : Desember
Jadwal diatas adalah saat terbaik untuk melihat rasi bintang tersebut, tepatnya pada pukul 9 malam pada bulan masing-masing disaat masing-masing rasi bintang menyentuh meridian atasnya (kulminasi atas).

Banyak orang bicara langit bulan juli ini, langit cerah… langit cerah… Jadi tergugah rasanya… ”Tayangan” di langit malam bulan ini memang jadi pemandangan langka sepanjang tahun 2010. Bagaimana tidak, hampir sepanjang tahun kita diguyur hujan (atau paling tidak langit gelap berkabut), jarang sekali bisa menikmati cerahnya langit malam seperti yang kita lihat bulan ini.

Hebat memang langit malam, hebat para bintang-bintang. Sadar atau tidak, banyak orang tersihir oleh keindahannya. Seorang yang sedang sedih, merasa sendiri, karena langit cerah bertabur bintang, merasa tak sendiri lagi. Tak jarang keluar dari lisan mereka, ”Masih ada bintang-bintang yang setia mememaniku”. Kalau dipikir-pikir, kegeeran banget itu orang ya? Bintang mana yang setia nemenin kamu? Orang bintang-bintang itu tiap malam nemenin saya. Hahaha,, Itulah hebatnya fenomena langit malam, bahkan tak jarang langit malam jadi inspirasi banyak orang. Namun akan lebih lengkap rasanya jika kita tahu nama objek yang kita lihat di langit malam itu, setidaknya beberapa objek saja yang menjadi primadona (yang paling cerah).

Langit malam bulan juni-juli-agustus sebenarnya bukanlah pemandangan langit malam terbaik (setidaknya menurut saya), karena tak banyak ”raja-raja” langit malam yang berkeliaran di periode ini. Periode terbaik (menurut saya) adalah bulan desember-januari-februari, saat para raja seperti Sirius, Betelgeuse, Rigel, Canopus, Procyon, Capella, Aldebaran, Pollux dll muncul bersama rasi bintangnya masing-masing. Namun sayangnya, periode tersebut justru adalah saat musim hujan sedang hebat-hebatnya. Langit periode juni-juli-agustus sendiri dihiasi oleh Alpha & Beta Centauri bersama rasi Centaurus-nya, Mimosa bersama rasi Crux-nya, Arcturus bersama rasi Bootes-nya, Vega bersama rasi Lyra-nya, Altair bersama rasi Aquila-nya, Spica bersama rasi Virgo-nya, Antares bersama rasi Scorpio-nya dan Deneb dengan rasi Cygnus-nya serta ”bonus” planet Jupiter. Yang mana sih objek-objek tesebut? Apa nama objek yang selama ini sering kita lihat? Mari kita bahas.

Alpha & Beta Centauri bersama dengan Crux adalah objek yang paling mudah diamati. Sejak SD kita sudah tahu bahwa ada rasi layang-layang, itulah Crux. Arahkan pandangan kearah selatan, setelah menemukan Crux maka dengan mudah kita temukan Alpha & Beta Centauri, Alpha & Beta Centauri seperti membentuk sebuah ”pointer” yang meunjuk rasi Crux. Lalu yang mana Alpha yang mana Beta? Mudah saja, Alpha lebih cerah dari Beta, ketemu?! Sebagai Informasi, berdasarkan magnitudo semunya (kecerahan semu), Alpha Centauri (bintang kembar 3, Alpha Centauri A, B, dan Proxima Centauri) adalah bintang tercerah ketiga di langit malam, namun dalam daftar tercatat tercerah keempat karena yang dinilai adalah magnitudo satu bintang saja (Alpha Centauri A), sementara Beta Centauri berada diurutan ke 10.

Beralih ke utara, Objek tercerah adalah bintang Oranye Arcturus dari rasi Bootes. Inilah bintang tercerah di bulan ini (Walaupun tim oranye belanda cuma jadi nomer 2 di World Cup 2010, tapi si oranye yang satu ini jadi jawara di langit malam bulan ini). Bagaimana menemukannya? Cukup mudah sebenarnya, karena tak begitu banyak objek di utara, bahkan terkadang pada kondisi langit agak mendung, jika beruntung kita masih bisa melihat bintang ini. Dia akan menyentuh meridian atasnya (kulminasi atas) pada sekitar jam 7-8 malam pada bulan juli, pada bulan agustus di jam yang sama dia akan berada di sekitar barat laut (karena tenggelam sekitar pukul 9-10 malam di bulan agustus). Yang membedakan dari objek lainnya, cukup dengan mata telanjang kita bisa melihat bintang ini berwarna agak oranye.

Objek utara lainnya adalah summer triangle (segitiga musim panas), yaitu gabungan antara tiga buah bintang, Vega, Altair dan Deneb. Ketiga bintang tersebut membentuk formasi segitiga yang dijadikan oleh orang-orang yang tinggal di daerah subtropis sebagai tanda dimulainya musim panas. Summer triangle ini baru bisa kita nikmati pada sekitar jam 8-9 malam bulan juli (menunggu Altair terbit), sementara pada bulan agustus, sejak jam 7-8 malam kita sudah bisa melihatnya. Altair sendiri adalah bintang tercerah ke 12 di langit malam dari rasi Aquila, dia berada di timur laut sekitar jam 8-9 malam bulan juli. Sedangkan Vega adalah bintang tercerah ke 5 di langit malam, berasal dari rasi Lyra. Vega menyentuh meridian atasnya (kulminasi atas) sekitar pukul 9 malam bulan juli. Vega berwarna putih dan menjadi objek tercerah kedua setela Arcturus di bulan ini. Cukup mudah untuk menemukan objek ini, arahkan pandangan tepat ke utara jam 9 malam bulan juli atau jam 7-8 malam bulan agustus, Objek yang paling menonjol di daerah tersebut adalah Vega (karena Arcturus sudah bergeser ke barat laut pada waktu tersebut). Sementara itu Deneb adalah bintang tercerah ke 19 yang berasal dari rasi Cygnus, bintang ini cukup sulit diamati dibanding dengan Vega atau Altair. Deneb berada di utara namun cukup atas, saat langit cerah, pada daerah tersebut bertaburan cukup banyak bintang, Deneb hanya sedikit lebih cerah dari bintang-bintang disekitarnya, sehingga cukup sulit membedakannya dari yang lain. Cara yang cukup mudah adalah, tarik garik vertikal ke atas sekitar pukul 7-8 pada bulan agustus, lihat objek yang paling menonjol didaerah itu, itulah Deneb, kemudian cari Altair di timur laut, itulah summer triangle.

Berikutnya adalah objek disekitar ekliptika (garis edar matahari), setidaknya terdapat dua rasi bintang yang cukup menonjol, yaitu Virgo dan Scorpio. Bulan juli ini sebenarnya adalah bulan terakhir kita bisa melihat Virgo, penampakan terbaiknya adalah pada pukul 9 malam bulan mei. Pada bulan ini, Virgo sudah hampir tenggelam di barat pada sekitar pukul 7 malam. Bagaimana melihat Spica bintang tercerah ke 15 di langit malam dari rasi virgo? Pada jam 9 malam bulan mei, atau jam 7-8 malam bulan juni virgo mencapai meridian atasnya, saat itulah saat-saat terbaik melihat Spica, dimana Spica akan menjadi bintang tercerah di ekliptika. Sedangkan bagi penggemar Scorpio bersama Antares-nya, beruntunglah karena bulan juli ini adalah penampakan terbaik Scorpio. Pada sekitar jam 9 malam bulan juli, Scorpio menyentuh meridian atasnya. Seperti namanya, rasi bintang ini membentuk kalajengking dengan begitu indahnya, Antares sendiri tampil paling menonjol tepat di jantung Scorpio. Antares adalah bintang maha raksasa merah dan tercerah ke 16 di langit malam, namun pada bulan juli-agustus ini menjadi bintang tercerah di ekliptika.

Berikutnya adalah ”bonus”, yaitu tampilnya planet Jupiter. Dari sekitar jam 7 malam, kita bisa melihat objek ini berada di barat. Jupiter sendiri sebenarnya adalah objek yang paling terang pada periode ini (mengalahkan bintang-bintang, jika tidak ada bulan). Untuk membedakan planet dan bintang, selain planet lebih cerah, planet tidak ”berkedip-kedip” sedangkan bintang ”berkedip-kedip”.

So, bintang apa yang selama ini sering kamu lihat? Jangan-jangan yang kamu lihat itu bukan bintang tapi planet? Sudah punya bintang favorit?
Demikian… Semoga bermanfaat… Selamat menikmati indahnya langit malam…

By: Redbetelgeuse_Orionids

Bagi yang suka memperhatikan bintang dimalam hari, ni ada daftar 20 bintang tercerah di langit malam..
1. Sirius (alpha canis mayor)
2. Canopus (alpha carinae)
3. Arcturus (alpha bootis)
4. Alpha centauri A (alpha 1 centauri)/rigil kentaurus
5. Vega (alpha lyra)
6. Rigel (beta orionis)
7. Procyon (alpha canis minor)
8. Achernar (alpha eridanus)
9. Betelgeuse (alpha orionis)
10. Hadar (beta centauri)
11. Capella A (alpha 1 aurigae)
12. Altair (alpha aquila)
13. Aldebaran (alpha taurus)
14. Capella B (alpha 2 aurigae)
15. Spica (alpha virginis)
16. Antares (alpha scorpio)
17. Pollux (beta gemini)
18. Formalhaut (alpha piscis austrini)
19. Deneb (alpha cygnus)
20. Mimosa (beta crux)

daftar tersebut berdasarkan magnitudo semu bintang, yaitu kecerahan yang tampak berdasarkan intensitas cahaya yang tertangkap dari bumi.. Bukan berdasarkan magnitudo mutlak bintang yang bersangkutan/kecerahan aslinya.. Karena kecerahan bintang dipengaruhi oleh jaraknya dari bumi..

Gagasan kuno abad 19:alam semesta kekal..
Gagasan yg umum diabad 19 adalah bhwa alam semesta mrupakan kmpulan materi yg brukuran tak hingga yg tlah ada sjak dulu kala dan akan ada slamanya. Slain meletakan dasar berpijak bgi paham materialis, pndangan ini menolak kberadaan Sang Pencipta dan mnyatakan bhwa alam smesta tdk brawal dan tdk brakhir.
Materialisme adlh sistem pmikiran yg myakini materi sbg satu2nya kberadaan yg mutlak dan mnolak kberadaan apapun slain materi. Berakar pd kebudayaan Yunani kuno, dan mndpat pnerimaan yg mluas dAbad 19, sstem brfkir ini mnjdi trkenal dlm bntuk pham materialisme dialektika Karl Marx.
Para pngamat materialisme myakini model alam smesta tak hingga sbg dasar brpijak paham atheir mreka. Misalnya, dlm bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie, filsof materialis George Politzer mngatakan bhwa “alam smesta bukanlah ssuatu yg diciptakan”. Ktika Politzer brpendpat bhwa alam smesta tdk dCiptakan dari ketiadaan, ia brpijak pda model alam smesta statis abad 19, dan mnganggap dirinya sdang mngemukakan sbuah prnyataan ilmiah. Namun, sains dan tknologi yg brkembang dAbad 20 akhirnya meruntuhkan gagasan kuno tersebut.
ASTRONOMI MENGATAKAN: ALAM SEMESTA DICIPTAKAN
Pd thun 1929, di observatorium Mount Wilson California, ahli astronomi Amerika, Edwin Hubble mmbuat slh stu pnemuan trbesar spanjang sjarah astronomi. Ktika mngamati bintang2 dgn teleskop raksasa, ia mnemukan bhwa mreka mmancarkan chya mrah ssuai dgn jaraknya. Hal ini brarti bhwa bntang2 ini “brgerak menjauhi” kita. Sebab, mnurut hukum fisika, spektrum dr sumber chya yg sdang mndekati pngamat cnderung ke warna ungu, sdangkan yg mnjauhi pngamat cnderung ke warna mrah. Slama pngamatan oleh Hubble, chya dr bintang2 cndrung ke wrna mrah. Ini brarti bintang2 itu trus mnerus brgerak mnjauhi kita.
Jauh sbelumnya, Hubble tlah mmbuat pnemuan pnting lain. Bintang dan galaksi bergerak tak hanya mnjauhi kita, tp juga mnjauhi satu sama lain. Satu2nya yg dpat dsimpulkan dr suatu alam smesta dmana sgala ssuatunya brgerak mnjauhi stu sma lain ialah bahwa ia terus-menerus “MENGEMBANG”.
Apa arti dr mngembangnya alam semesta? Mngembangnya alam smesta brarti jika alam smesta dpat brgerak mundur ke masa lampau, maka ia akan trbukti brasal dr satu titik tunggal. Perhitungan mnunjukkan bahwa “titik tunggal” ini yg berisi smua materi alam semesta haruslah memiliki “volume nol” dan “kpadatan tak hingga”. Alam smesta tlah trbentuk mlalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini. Ledakan raksasa yg mnandai permulaan alam smesta ini dinamakan “BIG BANG”. Perlu dikemukakan bhwa volume nol itu mrupakan prnyataan teoritis yg dgunakan untk mmudahkan pemahaman. Ilmu pngetahuan mendefinisikan konsep “ketiadaan” yg brada dLuar btas pmahaman manusia. Sbenarnya sbuah “titik tak brvolume” brarti “ketiadaan”. Dmikianlah alam smesta muncul mnjadi ada dr ketiadaan. Dgn kta lain ia tlah diciptakan. Fakta bhwa alam ini diciptakan, yg baru ditemukan Fisika pd abad 20, telah dinyatakan dlm Al-Quran pd 14 abad lampau, “Dia Pencipta Langit dan Bumi”(QS.Al-An’aam,6:101).
BUKTI KEBENARAN BIG BANG
Pd thun 1948, George Gamov muncul dgn gagasan lain tntang Big Bang. Ia mngatakan bhwa stelah pmbentukan alam smesta mlalui ledakan raksasa, sisa radiasi yg ditinggalkan ledakan trsbut haruslah ada di alam. Slain itu, radiasi itu haruslah trsebar mrata disegenap pnjuru alam smesta. Bukti yg “seharusnya ada” ini pd akhirnya dtemukan. Pd thun 1965, dua pneliti brnama Arno Penziaz dang Robert Wilson mnemukan gelombang ini tnpa sngaja. Radiasi ini yg dsebut “radiasi latar kosmis”, tdk trlihat mmancar dr satu sumber trtentu, mlainkan meliputi kseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, dketahui bhwa radiasi ini adalah sisa radiasi pninggalan thap awal pristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi Nobel untuk pnemuan mreka.
Pd thun 1989, NASA mngirim satelit Cosmic Background Eaplorer(COBE) ke ruang angkasa untuk mlakukan pnelitian tntang radiasi latar kosmis. Hanya prlu 8 mnit bagi COBE untuk mmbuktikan prhitungan Penzias dan Wilson. COBE telah mnemukan sisa ldakan raksasa yg tlah trjadi diawal pmbentukan alam smesta. Dinyatakan sbgai pnemuan astronomi trbesar spanjang masa, pnemuan ini dgn jlas membuktikan teori Big Bang.
Bukti pnting lain bgi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dlm brbgai pnelitian, dketahui bhwa konsentrasi hidrogen-helium di alam smesta brsesuaian dgn prhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa pninggalan pristiwa Big Bang. Jika alam smesta tk mmiliki prmulaan dan jika ia tlah ada sjak dulu kala, maka sharusnya unsur hidrogen tlah hbis sama skali dan brubah mnjadi helium.
Sgala bukti myakinkan ini myebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Begitulah alam semesta ini tlah diciptakan oleh Allah SWT yg Maha Perkasa dan Maha Sempurna tanpa cacat..
Sumber: Harun Yahya

Akankah kehidupan kita berakhir taun 2012?
Sebuah pertanyaan yang sangat berani.. Ya, akhir-akhir ini pernyataan tersebut menjadi ramai dibicarakan terutama oleh pemerhati alam semesta dari yang awam sampai profesional. Apa gerangan penyebabnya?
Bermula dari ramalan bangsa maya yang meramalkan bahwa kehidupan akan berakhir pada 12 Desember 2012 (sebuah angka yg menarik, 12-12-12) berdasarkan perhitungan kalender mereka. Lantas apa yang bisa menyebabkan kiamat itu terjadi? Ada 2 hal yang disinyalir akan menjadi penyebabnya, pertama adalah akan adanya planet X yang akan menabrak bumi, atau flare matahari yang akan menghantam bumi.Benarkah? Mari kita bahas satu per satu.
Planet X? Planet tersebut sudah didiskusikan sejak tahun 1980-an oleh para peneliti tata surya untuk menjelaskan perilaku orbit uranus dan neptunus. Seiring dengan kemajuan studi tata surya, alih-alih menemukan si planet X, malah membuka cakrawala pada penemuan-penemuan baru sepanjang tepi luar tata surya (sabuk kuiper).
Apakah planet X akan ditemukan? Akankah planet X akan menyebabkan kiamat 2012?
Apabila “sesuatu” akan menabrak bumi dalam jangka waktu 3 tahun ini, maka “sesuatu” itu haruslah:
1. Jaraknya tidak terlau jauh dari bumi
2. Pergerakannya mendekati bumi.
Pencarian planet X dilakukan pada tepi terjauh dari sistem tata surya. Berdasarkan pengamatan astronomi sampai saat ini menujukkan bahwa planet X TIDAK ADA di dekat bumi. Bagaimana mungkin ada didekat bumi, sementara sampai di tepi jauh saja masih diselidiki keberadaannya. Jadi kesimpulannya kita tempatkan planet X tersebut sebagai objek yang sedang diteliti keberadaannya, bukan objek yang akan menyebabkan kiamat..

Bagaimana dengan Flare Matahari?
Satu kabar berikutnya adalah, bumi akan kiamat karena dihantam lidah-lidah api matahari! Benarkah?
Selama sekitar 4,5 Milyar tahun umur matahari, telah terdeteksi bahwa ada kalanya matahari menyemburkan sulur-sulur lidah api berenergi tinggi yang disebut Flare Matahari yang disertai pelontaran massa partikel berenergi tinggi, kejadian tersebut terjadi ketika matahari berada dalam kondisi aktif. Berdasarkan studi fisika matahari, terdapat pola waktu matahari aktif atau tenang, yaitu pola 11 tahunan. Menurut penelitian terbaru, matahari akan aktif sekitar tahun 2012(kurang lebih). Pada tahun tersebut diperkirakan matahari akan melontarkan flarenya, bahkan bisa sampai ke bumi. Bahayakah?
Selama masa hidupnya, bumi telah berkali-kali dihantam flare tersebut, tapi bumi masih aman-aman saja. Permasalahan justru akan terjadi pada sistem perlistrikan dan persatelitan. Permasalahan pada keduanya, akan menyebabkan manusia bumi merana. Ya, bgaimana tidak, kita sangat tergantung pada kedua sistem tersebut. Teknologi semakin berkembang, dan teknologi tersebut sangat mengandalkan sistem perlistrikan dan persatelitan. Bagaimana bisa flare mengganggu kedua sistem tersebut?
Satelit-satelit buatan terletak jauh diatas permukaan bumi, ketika flare sampai di lingkungan atmosfer maka satelit yang memanfaatkan teknologi elektromagnetik akan sangat rentan akan kehadiran partikel bermuatan dengan energi tinggi (dari flare). Ketika sistem persatelitan dan perlistrikan terganggu, maka akan terjadi gangguan komunikasi besar-besaran dan gangguan-gangguan lainnya. Karena manusia bumi sangat tergantung pada sistem tersebut, maka akan terjadi semacam “kiamat” bagi kaum “ketergantungan”.
Begitulah astronomi menjelaskan akan “kabar kiamat” yang selama ini banyak diperbincangkan. Astronomi menjawab, tidak ada tanda-tanda kiamat pada tahun 2012. Namun sebagai seorang muslim, kita harus meyakini bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Kiamat adalah urusan yg hanya diketahui Allah. Sehebat-hebatnya ilmu pengetahuan manusia tidak akan mampu menembus kuasa Allah. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki diri dari sekarang, karena kiamat bukan hanya bisa terjadi tahun 2012, tapi bisa tahun ini, bulan ini, minggu ini, hari ini, menit ini, atau bahkan detik ini. Wallahu alam..

Sumber: www.langitselatan.com

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.