Rembulan, nama yang terasa begitu indah seindah cahayanya di langit malam. Bahkan, seorang pujangga biasa mengibaratkan kekasihnya dengan kata tersebut. Namun, saat ini kita telah sama-sama mengetahui bahwa bulan tak seindah seperti dalam puisi-puisi para pujangga tersebut.

Yang akan kita bicarakan pada kesempatan kali ini bukan mengenai indah atau tidaknya bulan tersebu, tapi pernahkah terbesit dalam pikiran kita, berasal dari mana bulan yang cahayanya terlihat begitu indah itu? Lebih jauh lagi, berapa usianya saat ini?

Selama ini, teori yang berkembang menyatakan bahwa bulan terbentuk bersamaan dengan terbentuknya bumi. Namun, berdasarkan hasil studi terbaru dari batuan bulan, menyatakan bahwa bulan terbentuk setelah bumi terbentuk, hal tersebut berhasil merevisi sejarah awal tata surya.

Penelitian isotop tungsten (wolfram) menghasilkan perubahan usia dari pembentukan bulan. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa bulan terbentuk oleh sisa-sisa tabrakan besar pada masa awal bumi. Menurut para kosmolog, pada awal pembentukan tata surya, bumi ditabrak oleh objek sebesar mars. Tabrakan tersebut menyebabkan potongan yang besar terlontar dari bumi. Energi tinggi dari tabrakan itu kemudian menyebabkan terjadinya pelelehan di permukaan, dan terbentuklah lautan magma. Objek inilah yang sekarang kita kenal sebagai bulan.

Hasil isotop tungsten sebelumnya juga menunjukkan bahwa bulan mengalami pemadatan pada waktu 60 juta tahun pertama tatasurya. Data terbaru dari perbandingan fraksi logam hafrium/tungsten menunjukkan konsistensi dengan samarium/neodymium chronometry menunjukkan bahwa proses pemadatan terjadi pada saat tata surya berusia sekitar 50-150 juta tahun. Karena itu, tata surya dipercya terbentuk sekitar 4,567 miliar tahun lalu, dan bulan terbentuk sekitar 60 juta tahun setelah tata surya terbentuk. Angka 60 juta tahun merupakan hasil dari estimasi terbahk dalam rentang 50-150 juta tahun yang diberikan dari hasil pengukuran isotop tungsten pada logam di bulan.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa bulan berusia 60 juta tahun lebih muda dari bumi, dan bulan adalah bagian dari bumi yang terlontar keluar ketika terjadi tabrakan antara bumi dengan objek sebesar mars.

Sumber: www.langitselatan.com